
batampos – Bullying sering terjadi di lingkungan sosial anak. Terutama di sekolah atau lingkup bermain anak.
Banyak anak yang gagal menghadapi bullyan temannya. Hal itu dikarenakan kurangnya keterampilan orang tua untuk mengajari anak untuk menghadapi bullyan.
Orang tua sangat berperan aktif untuk membentuk sikap dan perilaku anak. Dengan begitu akan menjadi seseorang yang lebih kuat dan tangguh dalam menghadapi bullyan temannya.
Lantas apa saja yang harus dilakukan oleh orang tua agar anak bisa menghadapi bullyan temannya?
Dilansir dari laman Psychologytoday, berikut 7 kebiasaan yang harus dibangun oleh orang tua jika anak mendapat bullying:
1.Cari bantuan
Para pelaku pembullyan beraksi dengan membuat korbannya merasa sendirian dan tidak berdaya.
Maka dari itu biasakan anak jika kena bully, mereka harus mencari bantuan. Baik itu dari teman mereka yang setia atau orang dewasa disekitarnya.
Anak-anak mendapatkan kembali kekuatan mereka ketika mereka menjalin dan mempertahankan hubungan dengan teman-teman yang setia dan orang dewasa yang mendukung.
2.Laporkan kepada sekolah
Ajari anak Anda bahwa tugasnya adalah menciptakan kesadaran. Jelaskan kepada anak-anak bahwa memberi tahu orang dewasa tentang pembullyan bukanlah tanda pengecut, melainkan langkah yang berani dan kuat.
3.Buat Anak memahami definisi mengadu
Pelaku pembullyan sering menggunakan pengucilan untuk membuat korban merasa sendirian, lemah dan tidak memiliki dukungan.
Dengan cara ini, pelaku merasa memiliki kekuasaan atas korban.
Namun, ketika korban berani memberitahu orang dewasa (seperti orang tua, guru, atau wali), situasinya mulai berubah.
Dukungan dari orang dewasa membuat korban tidak lagi sendirian dan membantu menghentikan pembullyan.
4.Bertindak cepat
Semakin lama pelaku pembully melakukan aksinya, mereka semakin memiliki kekuasaan atas korbannya. Seringkali, perundungan dimulai dalam bentuk ejekan, godaan, atau agresi fisik ringan.
Setelah pelaku perundungan mengetahui situasi dan memastikan bahwa korban tidak akan memberi tahu orang dewasa dan membela hak-haknya, tindakannya akan semakin menjadi-jadi.
Ajari anak bahwa mengambil tindakan terhadap pelaku perundungan dan melakukannya sesegera mungkin adalah cara terbaik untuk menyelamatkan diri.
5.Ajari anak ketegasan
Semakin seorang pelaku bully berpikir dia bisa mengganggu korbannya tanpa mendapat balasan, semakin dia akan melakukannya.
Itulah mengapa respons yang tegas sangat efektif dalam melawan bully an. Anak-anak yang mampu bersikap tegas merasa lebih nyaman memilih jalan tengah, yaitu tidak membalas secara agresif dan tidak juga bersikap pasif yang bisa membuat mereka semakin dirugikan.
6.Ajari menggunakan bahasa yang sederhana dan tidak emosional
Terkadang para pembully lebih senang jika korbannya tersulut emosi. Maka dari itu ajarkan anak Anda ketenangan dalam menghadapi, dan tidak emosional.
Dengan mengajari anak Anda tentang respon tanpa takut dan marah, tandanya Anda mengajari arti kepercayaan diri.
7.Menggunakan bahasa tubuh untuk memperkuat kata
Ajarkan anak Anda untuk menggunakan bahasa tubuh nonverbal yang sederhana. Contohnya jaga kontak mata, jaga suara tetap tenang dan datar, berdiri pada jarak yang sesuai dari pelaku perundungan, gunakan nama pelaku perundungan saat berbicara dengannya.
Ajari anak Anda bahwa bahasa nonverbal yang menunjukkan emosi seperti memalingkan muka, meninggikan suara, atau mundur adalah tanda-tanda jelas bahwa ia telah terpengaruh oleh pelaku perundungan.(*)
