
batampos – Menjaga kebersihan dapur tidak cukup hanya dengan mencuci peralatan setelah digunakan. Sejumlah perlengkapan dapur memiliki masa pakai tertentu dan perlu diganti secara berkala karena dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri maupun kuman.
Peralatan yang sudah aus, retak, atau digunakan terlalu lama juga berpotensi memengaruhi kebersihan makanan dan meningkatkan risiko kontaminasi.
Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut enam peralatan dapur yang sebaiknya rutin diganti agar tetap higienis dan aman digunakan.
1. Talenan
Talenan merupakan salah satu peralatan yang paling sering digunakan saat menyiapkan bahan makanan.
Baik talenan plastik maupun kayu dapat bertahan lama jika dirawat dengan benar. Namun, segera ganti talenan apabila permukaannya mulai dipenuhi goresan dalam, retak, atau tidak lagi rata karena celah tersebut dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri yang sulit dibersihkan.
Untuk talenan plastik, cuci setiap selesai digunakan. Sementara talenan kayu atau bambu sebaiknya dicuci menggunakan tangan dengan air hangat dan sabun.
2. Spons Cuci Piring
Spons dapur termasuk salah satu benda yang paling banyak menyimpan bakteri karena setiap hari bersentuhan dengan sisa makanan dan kelembapan.
Meski dapat didesinfeksi menggunakan larutan pemutih sesuai petunjuk, spons tetap memiliki masa pakai terbatas.
Disarankan mengganti spons setidaknya setiap dua minggu sekali, atau lebih cepat jika mulai berbau, berubah warna, atau mudah hancur.
3. Filter Air
Jika menggunakan teko atau dispenser dengan filter air, jangan lupa mengganti filternya sesuai rekomendasi produsen.
Filter yang sudah melewati masa pakai tidak lagi mampu menyaring kotoran dan zat tertentu secara optimal, sehingga kualitas air dapat menurun.
4. Botol Minum
Botol minum yang dapat digunakan kembali memang lebih ramah lingkungan, tetapi tetap membutuhkan perawatan rutin.
Cuci botol setiap hari, termasuk bagian tutup dan sedotan yang sering luput dibersihkan. Ganti botol apabila muncul retakan, perubahan bentuk, atau bau yang tidak hilang meski sudah dicuci.
5. Lap Piring
Lap piring yang lembap menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak.
Agar kebersihan dapur tetap terjaga, gantilah lap piring atau handuk dapur setiap hari dan cuci menggunakan air panas secara terpisah dari pakaian lainnya.
6. Wadah Plastik
Wadah plastik, terutama yang memang dirancang hanya untuk sekali pakai, sebaiknya tidak digunakan berulang kali dalam jangka panjang.
Jika wadah mulai retak, berubah warna, atau permukaannya tergores, segera gantilah. Plastik yang telah rusak berpotensi melepaskan zat kimia ke dalam makanan, terutama saat digunakan untuk menyimpan makanan panas.
Dengan mengganti peralatan dapur secara berkala dan merawatnya dengan benar, kebersihan area memasak dapat lebih terjaga. Langkah sederhana ini juga membantu mengurangi risiko kontaminasi bakteri sekaligus menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi setiap hari. (*)
