Selasa, 13 Januari 2026

5 Kebiasaan Pagi yang Membantu Tubuh Lebih Siap Menjalani Puasa Ramadan

Berita Terkait

Minum air putih.(shutterstock)

batampos – Tak terasa, kurang lebih 38 hari lagi memasuki bulan Ramadan. Menyambut bulan suci Ramadan bukan hanya soal kesiapan menu sahur dan jadwal ibadah, tetapi juga kesiapan tubuh dan mental.

Rutinitas pagi yang sering dianggap sepele justru dapat menjadi pondasi penting agar tubuh lebih siap beradaptasi dengan perubahan pola tidur, makan, dan aktivitas selama Ramadan.

Sejumlah kebiasaan pagi yang dilakukan sebelum pukul 07.00, terbukti membantu menjaga kesehatan fisik dan kestabilan emosi.

Melansir dari laman YourTango pada Selasa (13/1), menyebutkan 5 kebiasaan pagi yang dilakukan orang sehat sebelum jam 7 pagi yang sering dilewati orang lain.

Kebiasaan ini juga relevan diterapkan sebagai persiapan menghadapi Ramadan agar puasa dapat dijalani dengan lebih optimal.

1.Membiasakan diri terpapar sinar matahari pagi

Paparan sinar matahari pagi membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Ritme ini berperan penting dalam mengatur rasa kantuk, lapar, serta tingkat energi harian.

Dengan ritme tubuh yang lebih stabil, seseorang akan lebih mudah menyesuaikan jadwal tidur dan bangun lebih awal saat sahur.

Cahaya matahari pagi juga berperan dalam menjaga keseimbangan hormon yang mempengaruhi metabolisme tubuh.

2.Minum air putih setelah bangun tidur

Setelah tidur semalaman, tubuh berada dalam kondisi dehidrasi ringan. Minum air putih di pagi hari membantu mengaktifkan kembali fungsi organ, meningkatkan konsentrasi, serta mendukung metabolisme tubuh.

Kebiasaan ini penting menjelang ramadhan, karena tubuh perlu belajar mengelola asupan cairan dengan lebih baik saat waktu makan dan minum terbatas.

Tubuh yang terhidrasi dengan baik cenderung lebih bertenaga dan tidak mudah lemas saat berpuasa.

3.Melatih rasa syukur sejak pagi

Mengucapkan atau menyadari satu hal yang patut disyukuri setiap pagi dapat memberikan efek positif bagi kesehatan mental.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa praktik rasa syukur dapat menurunkan stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional.

Ramadan sendiri identik dengan refleksi diri dan penguatan nilai spiritual. Membiasakan rasa syukur sejak pagi membantu membentuk pola pikir yang lebih tenang dan ikhlas dalam menjalani ibadah puasa.

4.Meluangkan waktu untuk menenangkan pikiran

Meditasi singkat, pernapasan dalam, atau sekadar duduk tenang selama beberapa menit di pagi hari dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan fokus.

Kebiasaan ini bermanfaat menjelang ramadhan, ketika aktivitas ibadah meningkat dan tubuh membutuhkan keseimbangan emosional agar tidak mudah lelah atau emosional.

5.Bergerak ringan di pagi hari

Aktivitas fisik ringan seperti peregangan atau berjalan santai di pagi hari membantu melancarkan peredaran darah dan meningkatkan energi.

Tidak perlu olahraga berat, cukup 5 sampai 10 menit untuk membangunkan tubuh secara alami.

Aktivitas fisik ringan di pagi hari dapat meningkatkan suasana hati dan produktivitas sepanjang hari, termasuk saat menjalani puasa.

Mempersiapkan diri menyambut Ramadan tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Lima kebiasaan pagi ini dapat menjadi langkah sederhana namun berdampak nyata bagi kesiapan fisik, mental, dan spiritual.

Dengan rutinitas pagi yang lebih terarah, tubuh akan lebih mudah beradaptasi, pikiran menjadi lebih tenang, dan ibadah ramadan dapat dijalani dengan lebih khusyuk. (*)

ReporterJPGroup

Update