
batampos – Kecerdasan buatan (AI) kini kian melekat dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini bahkan mulai menggantikan sejumlah pekerjaan, membuat sebagian tenaga kerja terancam tersingkir.
AI mendorong berbagai industri untuk mencari talenta yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Saat ini, banyak kursus online yang menawarkan pembelajaran AI untuk meningkatkan keterampilan.
Calon pelamar yang menguasai AI dinilai memiliki peluang kerja lebih besar dibanding mereka yang berpengalaman tetapi tidak memahami teknologi ini.
Sebaliknya, kurangnya kemampuan terkait AI bisa membuat seseorang kalah bersaing di pasar kerja. Dikutip dari IT Pro, berikut empat skill yang perlu dimiliki Gen Z agar tetap relevan di tengah derasnya arus AI:
1. Penalaran Analitis
Kemampuan menguraikan informasi dan memberi instruksi efektif pada AI menjadi nilai tambah. Skill ini tidak sepenuhnya dapat digantikan mesin.
2. Berpikir Sistemik
Gen Z perlu mampu mengidentifikasi pola kinerja AI dan memprediksi responsnya terhadap tugas tertentu.
3. Kreativitas
Kreativitas menjadi salah satu soft skill penting di era AI. Pikiran kreatif dapat mendorong batas pemanfaatan AI dan menciptakan cara baru untuk berekspresi.
4. Kesadaran Diri
Kesadaran diri membantu mengendalikan emosi, memahami kekuatan dan kelemahan, serta mendorong pertumbuhan pribadi di dunia kerja.
Dengan mengasah soft skill tersebut dan memanfaatkan AI secara bijak, Gen Z dapat tetap berkembang dan tidak tertinggal dalam persaingan kerja di era teknologi ini. (*)
Reporter: Juliana Belence
